INILAHCOM, Jakarta - Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta mengklaim sistem ganjil genap yang diujicobakan sejak 27 Juli 2016 cukup efektif.
Wakil Kepala Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta Sigit Widjatmoko menjelaskan penerapan ganjil genap cukup efektif mengurangi kemacetan.
"Kondisi lalu lintas saat ini sama dengan kondisi lalu lintas saat 3 in 1 diberlakukan," ujar Sigit saat dihubungi, Selasa (2/8/2016).
Selama empat hari pelaksanaan ganjil genap yakni dari tanggal 27 Juli sampai 1 Agustus 2016, pihaknya bersama petugas kepolisian sukses menegur 3.991 pengendara yang melanggar.
Dari jumlah tersebut, penurunan pelanggar mulai terlihat Senin kemarin. Jumlah pelanggar jadi 809. Bandingkan dengan tanggal 29 Juli 2016, ada 1.453 teguran.
"Artinya ada penurunan sebanyak 44 persen dibanding pada hari ketiga uji coba. Hal ini menunjukkan para pengguna jalan sudah banyak yang menaati dan memahami peraturan ganjil genap. Setelah ditegur, banyak dari mereka yang inisiatif sendiri keluar dari koridor gage," katanya.
Saat ini, pihaknya juga tengah menghitung prosentase penurunan kemacetan lalu lintas usai diterapkannya uji coba ganjil genap ini. [rok]
4 Hari Ganjil Genap, Jumlah Pelanggar Turun
Read More