INILAHCOM, Jakarta - Puluhan mantan pegawai PT Trans Batavia, salah satu operator PT Transportasi Jakarta (Transjakarta), berunjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (14/9/2016).
Mereka meminta Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) untuk memfasilitasi mereka untuk bertemu para pemilik saham di perusahaan tersebut dalam rangka menyelesaikan persoalannya.
"Hak kekurangan upah mulai Maret, April, Mei sampai Agustus masih belum diselesaikan," kata Andrian Tampubolon selaku koordinator aksi.
Parahnya, beberapa pemecatan terhadap sopir tidak disertai pesangon dan tanpa peringatan."Surat pengumuman PHK massal hanya ditempel," keluhnya.
Menanggapi hal tersebut, Ahok mengatakan, PT Transjakarta memang sudah memutus kontrak PT Trans Batavia per Februari 2016. Perusahaan yang menjadi konsorsium di PT Trans Batavia telah bubar dan berjalan masing-masing.
“Beberapa pegawai, sopir sudah masuk ke Transjakarta. Mereka mau minta pesangon macam-macam ya mesti urus dong ke PT Trans Batavia itu,” ujar Ahok.
Menurutnya, Pemprov DKI dalam hal ini PT Transjakarta sudah menyelesaikan kewajibannya diantaranya adalah dengan membayar Rupiah pe rkilometer.
Oleh karena itu, menurutnya persoalan para mantan pegawai itu merupakan masalah internal perusahaan.
“Kalau ada perselisihan segala macam tinggal lapor saja ke tenaga kerja, yang penting kami Transjakarta menampung mereka,” pungkasnya.[jat]
Dipecat Massal, Sopir Trans Batavia Datangi Ahok
Read More