INILAHCOM, Jakarta - Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan kejiwaan pelaku mutilasi di Cengkareng tidak stabil karena mempelajari ilmu hitam.
"Sudah kita dalami, ada kelainan jiwa. Dia menuntut ilmu tertentu yang mungkin dia tidak bisa menghadapi sehingga ada bisikan-bisikan dari yang dia dengarkan, apabila ilmunya bisa sempurna dia harus mengorbankan anaknya," ungkapnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (4/10/2016).
Ia menjelaskan istri anggota polisi itu sudah mulai mempelajari ilmunya sejak dua tahun silam. Bahkan, sejak itu sang suami juga kerap jadi target.
"Sudah hampir dua tahun, ada kelainan juga. Memang suaminya sering juga diajak untuk berantemlah. Itu yang kita sayangkan kenapa bisa terjadi. Yang jelas hasil pemeriksaan yang kita periksa demikian," katanya.
Diberitakan sebelumnya, warga Cengkareng dikejutkan dengan kasus pembunuhan sadis di sebuah kontrakan yang berada di RT 04/RW 10 Kelurahan Cengkareng Barat, Jakarta Barat, Minggu (2/10/2016).
Saat kejadian ini terbongkar oleh sang suami dengan cara mendobrak pintu rumah kontrakan, anak pertama pelaku ada di dalam rumah sedang menangis melihat adiknya dimutilasi. Selain itu didapati juga pelaku tengah berada di TKP bersama barang bukti sebilah pisau berlumuran darah di dekat korban.
Belakangan diketahui pelaku MM alias Iin (25) merupakan istri seorang anggota polisi.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono membenarkan pelaku mutilasi anak di Cengkareng adalah istri dari anggota Bidang Profesi dan Pengamanan Polda Metro Jaya Aiptu Deni Siregar. [rok]
Pelaku Mutilasi di Cengkareng Belajar Ilmu Hitam
Read More