INILAHCOM, Jakarta - Buni Yani selaku pengunggah video Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diduga menistakan terkait Surat Al Maidah ayat 51 mengaku resah lantaran kerap diteror orang tak dikenal.
"Ada orang yang nelepon ke kantor saya. Dia maki-maki dan neror saya," kata Buni di Mapolda Metro Jaya, Senin, (10/10/2016).
Atas teror tersebut, Buni mengaku menghindari persoalan tersebut dengan keluar dari kantornya. "Karena saya cinta sama kantor saya, ya saya keluar dari kantor saya," ujarnya.
Buni meminta kepada sang peneror untuk tidak melakukan hal yang demikian, selain itu ia menegaskan akun nya adalah miliknya yang telah digunakan sejak tahun 2008.
"Ini jangan diplintir donk, tolong media kroscek ke saya, ini merupakan akun saya dan saya sudah dari tahun 2008 pakai akun itu," ucapnya.
Buni juga mengaku, ia bukan merupakan salah satu pendukung calon Gubernur DKI Jakarta.
"Apakah sudah ada yang mengecek kalo saya masuk jadi salah satu pendukung calon cagub, saya dulu wartawan loh saya tau apa yang saya lakukan emangnya bodoh apa saya mau masuk penjara karena saya dituduh memfitnah. Dan saya dosen saya udah baca UU ITE, pers dan penyiaran," pungkasnya. [ton]
Pengunggah Video Ahok Mengaku Kerap Diteror
Read More