INILAHCOM, Lebak - PT Kereta Api Indonesia (KAI) membongkar 165 unit bangunan rumah di Kelurahan Muara Ciujung Timur, Kecamatan Rangkasbitung, Kabupaten Lebak.
"Pembongkaran rumah itu berjalan tertib," kata Kepala Humas PT KAI Daop I Bambang Setiyo Prayitno di Lebak, Minggu (9/10/2016).
Penertiban rumah warga seluas dua hektare tersebut sudah dilakukan sosialisasi untuk perluasan pembangunan Stasiun Kereta Api Rangkasbitung sehubungan akan dioperasikan kereta Commuter Line.
Saat ini, pembangunan double treck atau jalur ganda sudah direalisasikan antara Stasiun Maja hingga Rangkasbitung sepanjang 37 Km.
"Kami menargetkan tahun 2017 Stasiun Rangkasbitung sudah mengoperasikan pelayanan angkutan Commuter Line," ujarnya.
Eksekusi pembongkaran ini juga melibatkan TNI, Polri dan Satpol PP untuk menghindari gejolak warga. Namun, beruntung pelaksanaan pembongkaran rumah warga tersebut berjalan lancar dan tertib.
"Kami mengerahkan petugas keamanan sebanyak 100 orang," katanya.
Menurut dia, PT KAI sebelum melaksanakan pembongkaran rumah warga itu tetap mengedepankan musyawarah sesuai dengan UU Nomor 23 tahun 2007 tentang perkereta-apian.
Disamping itu juga dilakukan tahapan sosialisasi untuk pengosongan rumah warga tersebut, termasuk mendapat kompensasi untuk permanen Rp250 ribu dan non permanen Rp200 ribu per meter.
"Pemberian uang kompensasi itu berdasarkan Surat Keputusan Direksi PT KAI," tukasnya. [tar]
PT KAI Bongkar 165 Rumah di Rangkasbitung
Read More