INILAHCOM, Jakarta - Gelaran Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 rupanya tidak banyak menggerakkan roda perekonomian di Jakarta.
Bank Indonesia Provinsi DKI Jakarta mencatat, total nilai transaksi selama Pilkada 2017 diperkirakan hanya sebesar Rp1,1 triliun saja.
"Ekspektasi kami dampak ekonomi akan meningkat. Tapi dari beberapa simulasi yang dilakukan ternyata tidak akan berpengaruh banyak. Karena nilai transaksinya hanya kecil," kata Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta, Fadjar Majardi, Senin (14/11/2016).
Di Jakarta tiap harinya, transaksi ekonomi bisa tembus Rp 6 triliun. Jika dibandingkan transaksi tiga bulan di DKI bisa mencapai Rp 500 triliun lebih, sementara Pilkada hanya Rp 1,1 triliun saja, perbandingannya jauh. Jadi, dampaknya kecil.
Kecilnya nilai transaksi selama Pilgub, salah satunya karena aturan tentang alat peraga seperti spanduk, baliho dan poster yang diatur oleh KPU.
"Faktor lainnya yang juga mempengaruhi adalah kampanye lebih banyak dilakukan melalui media sosial (medsos). Dengan cara tersebut pasangan calon tidak perlu lagi mengeluarkan banyak anggaran," tandasnya. [rok]
Seberapa Besar Pilgub Pengaruhi Ekonomi Jakarta
Read More