INILAHCOM, Jakarta - Plt Gubernur Jakarta 'Soni' Sumarsono mengaku belum mendapatkan respon dari gubernur (non-aktif) DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait rencana pergantian sejumlah pejabat di lingkungan Pemprov DKI Jakarta.
Namun Soni memastikan, Ahok maupun Djarot akan mengetahui sejumlah pejabat yang akan diganti.
"Jadi ketika pak Ahok maupun pak Djarot masuk, mereka sudah nyambung dengan susunan yang telah kita konsultasikan. Jadi tetap kami memperoleh masukan, kalaupun nggak ada masukan, saya anggap mungkin sudah setuju dengan apa yang kita lakukan," ujar Soni di Balai Kota, Kamis (22/12/2016).
Rotasi pejabat DKI sendiri akan di mulai pada tanggal 3 januari 2017 mendatang. Seleksi pun akan dilakukan dengan melihat talent pool dan assessment sehingga akhirnya akan ditemukan posisi maupun pilihan yang terbaik.
"Karena ada 1060 yang harus dihapuskan. Tentu kita mencari pejabat yang terbaik. Ada dewan jabatan melakukan itu, ada arahan saya. Tetapi kami mendengarkan masukan dari berbagai pihak khususnya petahana, sebatas masukan," ungkapnya.
Ada dua kemungkinan alasan rotasi jabatan. Yang pertama dikarenakan ada perampingan sebanyak 1060 yang harus dihapuskan, kemudian kedua, selalu ada pejabat yang di grownded, pensiun atau dikarenakan performance kurang bagus yang akan dipindahkan posisi.
"Kan jabatan ada dua jabatan fungsional dan struktural. Ini konsekuensi dari penataan organisasi, bagian dari kebajikaan reformasi birokrasi, khususnya untk perampingan sesuai PP 18 th 2016. Secara nasional memang ada perampingan sekiatr 10-15 persen," tandasnya.[jat]
Ini Penjelasan Plt Soal Rencana Rotasi Pejabat DKI
Read More