INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur DKI Anies Baswedan mendapat keluhan warga mengenai Kartu Jakarta Pintar(KJP) saat mengunjungi daerah Lagoa, Koja Selasa(27/12). Warga mengeluhkan KJP yang tidak dapat ditarik tunai.
Selain itu seorang ibu juga menginginkan tunjangan pendidikan untuk mahasiswa. Sebab, selama ini tunjangan pendidikan hanya untuk siswa sekolah. Sedangkan dia memiliki lima anak. Khusus pertanyaan ibu tersebut, Anies mengatakan bahwa KJP Plus yang menjadi programnya juga akan diberikan kepada mahasiswa.
Sedangkan masalah kebanyakan warga mengenai tarik tunai KJP, Anies mengatakan, hal itu terjadi karena KJP yang ia tawarkan adalah KJP Plus yang dapat ditarik tunai. "Uangnya bisa buat biaya ujian, membeli keperluan belajar anak, dan lain lain," ujar Anies.
Penarikan uang pada KJP memang menjadi masalah sensitif terlebih salah satu warga Lagoa, ibu Yusri Isnaeni sampai dihina Ahok sebagai maling hanya karena menarik uang di KJP untuk membelikan sepatu anaknya.
Ia pun menjelaskan KJP Plus juga akan memudahkan anak dari keluarga tidak mampu mengakses pendidikan yang berkualitas. Sebab, selama ini warga miskin akan terus miskin karena tidak memiliki kesempatan mengenyam pendidikan berkualitas.
Oleh karena itu, Anies tidak ingin sekadar memberi tunjangan pendidikan berupa KJP. Dia juga ingin meningkatkan kualitas pendidikan dengan cara memperbaiki mutu sekolah dan guru. "Kami bikin pendidikan di Jakarta berkualitas, tuntas, dan gratis," tandas Anies. [*]
Warga Lagoa Ingin KJP Bisa Tarik Tunai
Read More