INILAHCOM, Jakarta - Berada di samping jalan tol lingkar luar utara, sejak pagi warga telah menantikan kedatangan cagub Anies Baswedan di lokasi tempat tinggal mereka, Jalan Cakung Cilincing Raya, Cakung Barat, Cakung, Jakarta Timur, pada Selasa (3/1/2017). Mengenakan kemeja putih dan kopiah hitam, Anies akhirnya hadir setelah memohon izin shalat dzuhur di musholla setempat.
Di hadapan warga, Anies kembali menekankan prinsip keadilan yang akan dibawanya dalam memimpin dan membangun Jakarta. "Hampir semua warga Jakarta adalah pendatang. Sesama pendatang harus saling menghormati. Kami berjanji akan menghormati baik yang kaya maupun yang miskin. Jakarta akan dikembalikan menjadi kota yang berkeadilan," papar Anies.
Dalam kesempatan tersebut, Abu Haris (26), salah seorang tokoh warga korban penggusuran menceritakan bahwa ia telah tinggal lebih dari 15 tahun sejak bangku SD. "Tempat tinggal ini, rumah saya yang kita bersama injaki sekarang. Beberapa bulan yang lalu, paman dan saudara saya datang ke Ahok. Meminta untuk tidak digusur. Jawabannya cuma iya, iya, iya. Besoknya rumah kami semua rata oleh tanah," papar Abu yang diamini oleh warga.
Warga mengaku tidak mendapatkan sosialisasi dan musyawarah terkait penggusuran. 170 keluarga sepanjang jalan Cakung Cilincing (cacing) akhirnya pindah ke kolong jalan tol lingkar luar Jakarta yang berada di hadapan mereka. "Ahok yang bilang yang digusur itu enak karena tinggal di rusun. Bohong! Buktinya kami akhirnya terpaksa tinggal di kolong jembatan. Bagi saya, ini termasuk penggusuran yang tidak manusiawi," terang Abu lebih lanjut.
Menanggapi Abu, Anies mengaku tidak tega dengan apa yang telah didengarnya. "Ini adalah cerita sedih yang tidak boleh berulang. Cerita menyakitkan yang tidak boleh terulang. Ke depannya kita harus bermusywarah mencari solusi. Saya dengarnya saja tidak tega. Apalagi bapak ibu yang mengalaminya," ujar Anies mengawali pemaparannya.
Rencana penggusuran, imbuh Anies, akan ditunda semua dan akan dikaji satu per satu kembali. Menurut Anies, memang ada beberapa tempat yang perlu dipindahkan, namun kebanyakan perlu ditata ulang dan dilakukan peremajaan, alih-alih dilakukan penggusuran.
"Kami prioritasnya adalah menata bukan menggusur. Bukan masalah pemukiman, juga pekerjaan. Kita akan kembalikan Jakarta menjadi kota yang manusiawi," tegas Anies.
Penggusuran yang terjadi di jalan Cakung Cilincing Raya ditenggarai mengalami cacat prosedur. Hal ini diakui oleh H Syarif, anggota komisi A DPRD Jakarta yang turut hadir dalam forum tersebut. "Penggusuran ini, Surat Perintah Bongkar (SPB)-nya tidak ada. Selain itu, tidak ada tawaran relokasi," ujarnya.
Mengamini pernyataan Syarif, Anies akan berusaha mengembalikan hak dan keadilan warga korban penggusuran seperti Abu. "Ada puluhan tempat yang mengalami penggusuran seperti ini. Ini adalah kekeliruan dilakukan oleh pemerintah maka pemerintah yang harus bisa bertanggungjawab atasnya," tegas Anies. [*]
Korban Penggusuran Titipkan Harapan Kepada Anies
Read More