INILAHCOM, Jakarta - Selain tiga program unggulan berupa penyediaan lapangan pekerjaan, pengendalian harga bahan pokok dan peningkatan kualitas pendidikan, Cagub DKI Jakarta Anies Baswedan juga memiliki solusi untuk mengatasi kemacetan di Jakarta.
Mantan rektor Paramadina itu menilai penyebab kemacetan di Jakarta disebabkan semua orang lebih memilih transportasi privatdan keluar pada jam yang hampir bersamaan. Maka dari itu Anies akan menyediakan transportasi umum yang bukan sekedar untuk pribadi, melainkan masal.
"Transportasi Masal di Jakarta Harus Seperti Pembuluh Darah," ucap Anies saat menghadiri undangan pimpinan The Jakarta Post, Senin (9/1/2017).
Analogi pembuluh darah yang dipakai Anies berarti bahwa penyediaan transportasi masal harus dapat dijangkau siapa saja dan dimana saja. Sebab, Anies menilai transportasi Jakarta kurang menjangkau karena trayekknya yang itu-itu saja.
"Padahal wajah kota Jakarta sudah berubah sedangkan trayek dan rute transportasinya tetap sama, untuk itu kita akan re-routing agar lebih merata," papar Anies.
Untuk itu mantan rektor Universitas Paramadina Jakarta itu akan mengoptimalkan BRT (Bus Rapid Transit) dan transportasi masal lain yang menjangkau seluruh daerah Jakarta. Sedangkan untuk akses pembayarannya, Anies akan menggunakan sistem tiket one way for all.
"Nantinya penumpang cukup membayar satu kali Rp 5 ribu untuk sampai ke tujuan meskipun harus berganti kendaraan," jelas Anies.
Menurut Anies masalah kemacetan memang harus secepatnya diselesaikan karena beban cost yang dibayar akibat kemacetan itu sangat mahal. Sehingga apabila jalanan lancar maka roda perekonomian dinjakrta juga lancar. [*]
Transportasi Massal Harus Seperti Pembuluh Darah
Read More