INILAHCOM, Jakarta - Sebuah rumah milik Wawan Gunawan (39) selaku sekertaris DPW Front Pembela Islam (FPI) Jakarta Barat dilempar bom molotov di Jalan Raya Meruya Utara Gang H Nimun Rt 018/04, Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Rabu (8/2) dini hari.
Dalam hal tersebut, Sekjen Dewan Syuro DPD Front Pembela Islam (FPI) DKI Jakarta Habib Novel Bamukmin menyebut pelaku pelemparan bom molotov di tempat tersebut dilakukan oleh pihak komunis.
"FPI kan garda terdepan memerangi komunis kemungkaran aliran sesat penistaan agama ya biasa kalau teror-teror itu ditujukan langsung kepada FPI sendiri," ujar Novel saat dihubungi wartawan di Jakarta, Rabu (8/2/2017).
Menurutnya, sudah tiga kali pelemparan bom molotov yang dialamatkan kepada pihak FPI.
"Kalau untuk bom molotov udah tiga kali. Pertama di posko DPC FPI Pasar Rebo, kemudian posko di Cimanggis kemudian ini majelis taklim ustad nih. Dilempar cuma gara-gara ustaz ini simpati dengan perjuangan FPI malah dilemparin gitu," ucapnya.
Menanggapi persoalan tersebut, pihaknya mengaku tengah memperketat penjagaan untuk mengawal para ustaz.
"Kita perketat penjagaan. FPI memang sudah difungsikan setiap anggota FPI memang untuk mengawal kiyai dan ustaz gitu, memang tugas kita," tandasnya. [rok]
FPI Sebut Pelempar Bom Di Meruya Komunis
Read More