INILAHCOM, Jakarta - Usai Pilkada serentak 15 Februari 2017 lalu terjadi peristiwa bentrokan antar sesama pendukung pasangan calon. Salah satunya terjadi di Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Dalam peristiwa itu terjadi saling serang antara massa pendukung pasangan nomor 2 Yulius Tipagau-Yunus Kalabetme dengan massa nomor urut 3 Natalis Tabuni-Yan Kobogoyauw sehingga menimbulkan korban jiwa.
Beranjak dari kondisi tersebut, puluhan mahasiswa dari Kabupaten Intan Jaya, Papua menggeruduk Kantor KPU Pusat, di Jl. Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (14/3/2017).
Koordinator Lapangan Mahasiswa Intan Jaya, Sehpi Sani mengatakan kedatangan mereka ke KPU Pusat agar tidak merekomendasikan Mahkamah Konstitusi untuk 7 TPS dilakukan pemungutan suara ulang. Mengingat kondisi tersebut bakal memicu konflik.
"Rekapan perolehan suara melalui portal KPU Pusat oleh KPU Kabupaten Intan Jaya itu sepihak, sehingga data tersebut segera dibatalkan dan peroleh suara yang diplenokan oleh KPU Intanj Jaya pada tanggal 24 Februari 2017 itu yang benar," kata Sehpi.
Mereka juga mendesak Kapolda Papua dan Pangdam XVII Cenderawasih Papua segera memberikan keterangan keadaan Intan Jaya kepada KPU Pusat.
"Kami minta secepatnya segera ditindak lanjuti," pungkasnya. [ton]
Mahasiswa Asal Papua Geruduk Kantor KPU Pusat
Read More