INILAHCOM, Jakarta - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mengeluhkan penghuni apartemen yang tak mau mengurus daftar pemilih untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI Jakarta 2017 putaran kedua.
"Kami sudah mencoba dengan camat dan lurah di beberapa apartemen. Ini kami tersinggung pada mereka. Saat pelaksanaan pemilu (putaran 1), mereka berbondong-bondong (ke TPS), kemarin saat kami ke sana ditertawakan, hanya ada 1 sampai 7 orang yang kami layani," ujar Edison Siantri, Kadisdukcapil di Balai Kota, Rabu (22/3/2017).
Sejak membuka pelayanan di beberapa apartemen Sabtu (18/3/2017) lalu, pihaknya kecewa dengan aksi para penghuni apartemen yang tidak merespon.
"Kami pikir para penghuni punya niat keinginan untuk tidak mencederai pemilu kita. Karena kalau sudah pelaksanaan, turun (ke TPS) tanpa peduli administrasi apapun, tapi kami selesaikan sekarang mereka cuek tidak ada semangat sama sekali," terangnya.
Ia melihat, satu-satunya cara yang bisa dilakukan untuk menjangkau para penghuni apartemen agar mau mengurus administrasi daftar pemilih-nya adalah dengan menggandeng para pengelolanya. Dengan demikian tidak hanya peran lurah dan camat saja, tetapi pengelolanya juga turut dilibatkan supaya mereka mau.
"Kalau mereka masih memerlukan pelayanan kami akan datang dan bila perlu buka loket. Tapi kalau buka loket sampai sore tapi sedikit ya, bagaimana," pungkasnya.[jat]
Urus DPT, Disdukcapil Keluhkan Penghuni Apartemen
Read More