INILAHCOM, Jakarta - Forum Betawi Rempug (FBR) se-Jabodetabek menggandeng Polda Metro Jaya dan Kodam Jaya menggelar deklarasi damai dan doa lintas agama untuk Pilkada DKI 2017.
Dalam sambutannya, Ketua Umum FBR KH Luthfi Hakim meminta jajarannya untuk mengawal amannya Pilkada DKI. Ia menyatakan proses ini harus dikawal hingga akhir pemimpin Jakarta terpilih.
"Siapapun calon yang nanti menang akan kita dukung. Dan jika ada yang melawan konstitusi itu, kami siap lawan," katanya di Hotel Swiss Bell di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (13/4/2017).
Ia mengimbau seluruh warga DKI bahkan warga dari luar Jakarta yang ingin menyaksikan pesta demokrasi di tanah betawi untuk sama-sama memberi rasa aman. Ia pun mengaku tidak masalah jika ada warga dari luar DKI bahkan luar negeri sekalipun ingin datang ikut menyaksikan perhelatan ini.
"Dari jaman dulu kami tidak pernah bermasalah dengan pendatang asal mereka aman. Mereka baik kami terima, mereka melawan kami ajak bicara negosiasi," ujarnya.
Di sisi lain ia menyatakan pada dasarnya orang Betawi sangat memegang tinggi toleransi. Salah satu bukti, dahulu orang Betawi tidak pernah mengorbankan hewan yang dianggap sakral oleh agama lain.
"Orang Betawi dari dulu tidak ada tradisi potong sapi, karena kami orang betawi tahu ada agama yang menganggap sapi itu sakral. Karena itu, kami setiap acara pasti patungan untuk beli dan potong kerbau, bukan sapi. Baru belakangan saja ada yang mau potong sapi," jelasnya.
Dirbinmas Polda Metro Jaya Kombes Priyo Pujihan mengatakan amannya Pilkada DKI bergantung dari sinergitas Polisi, TNI, Pemda dan masyarakat.
"Kita tahu 6 hari lagi DKI akan adakan pesta demokrasi. Ini tahap dua stelah tahap pertaman sukses aman. Ini keberhasilan semua masyarakat, TNI, PolrI," tandasnya. [ton]
Dirinya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh FBR dalam mendeklarasikan Pilkada Aman.
"Saya apresiasi adanya deklarasi ini. Semoga akan jadi pemicu amannya Jakarta saat pilkada," jelasnya. [ton]
FBR Ajak Warga Jakarta Kawal Pilkada Aman
Read More