INILAHCOM, Jakarta - Beberapa hari lagi guncangan terhadap pelabuhan Jakarta International Container Terminal (JICT) diperkirakan akan terjadi. Ini menyusul rencana Serikat Pekerja JICT (SP JICT) yang akan melakukan mogok kerja selama enam hari menyusul tuntutan yang tak diakomodir oleh JICT dan pemiliknya Pelindo II dan Hutchinson.
Tuntutan para pekerja itu masih terfokus pada peningkatan kesejahteraan yakni salah satunya bonus yang berkurang karena masuknya rental fee ke dalam penghitungan biaya sehingga nilai bonus pekerja berkurang dalam kontrak baru Pelindo II dengan HPI.
Direktur Institute for strategic Economic Development (INSED) Tomy R mengatakan, kontrak yang diprotes oleh SP JICT itu sah menurut pemerintah dan lembaga auditor negara. Sehingga tidak ada alasan bagi JICT untuk melanggar perjanjian itu karena jika bonus masih sesuai PKB lama antara PT JICT dengan Serikat Pekerja JICT maka akan merugikan negara karena nilai yang diterima Pelindo II pasti berkurang.
"Saya kaget mengapa mogok kerja jadi pilihan untuk tuntutan kesejahteraan lagi. Mereka (SP JICT) kurang sejahtera apalagi. Bonus itu kan bukan komponen utama upah juga. Kalaupun berkurang, demi negara ya harusnya mereka rela, itu kalau mereka nasionalis," kata Tomy dalam keterangan pers yang diterima wartawan di Jakarta, Selasa (9/5).
"Saya menduga SP JICT ngotot menuntut agar perjanjian perpanjangan konsesi dibatalkan bukan karena nasionalisme tapi karena bonus yang tak mau berkurang," ungkapnya.
Diketahui, rencana mogok kerja akan dilakukan 15-20 Mei 2017. Aksi tersebut diprediksi akan menyebabkan gangguan terhadap program pemerintah untuk memangkas dwelling time pelabuhan dan tol laut.
"Ini perlu disikapi dengan tegas oleh JICT dan pemerintah karena kalau begini dapat disebut pengganggu ekonomi nasional mengingat pelabuhan ini jadi tulang punggung ekonomi nasional," tegas Tomy.
"Jangan karena tuntutan peningkatan kesejahteraan yang berlebihan dari mereka negara dirugikan, dunia bisnis dan masyarakat terganggu, progam pemerintah perlu didukung agar efisiensi dan daya saing negara kita meningkat di tengah kompetisi dgn negara lain," tutupnya. [rok]
Pekerja Mogok, Pelabuhan JICT akan Terguncang
Read More