INILAHCOM, Jakarta - Wakil Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya AKBP Hengky Haryadi mengatakan berdasarkan analisis yang dilakukan, hal yang paling sering memantil konflik kelompok adalah hasutan dari media sosial.
"Berdasarkan analisis yang ada ternyata hasutan dari media sosial memepercepat eskalasi konflik. Banyak konflik selalu diahului adanya hasutan medsos," ungkapnya di Jakarta, Selasa (2/8/2016).
Atas analisa itu, pihaknya terus melakukan pengembangan sejumlah dugaan kasus dengan tetap melakukan monitoring dan patroli cyber dengan melibatkan seluruh Kepolisian Daerah di Indonesia.
"Oleh karenanya, kami sudah petakan denga tim monitoring dan patroli cyber 24 jam. Kami juga bekerjasama dengan polda-polda lain untuk memantau hal-hal yg bersifat provokatif," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Selasa (2/8/2016) sekitar pukul 06:00 WIB, Unit subdit IV cyber crime Dit Reskrimsus Polda Metro Jaya telah menahan AT seorang tersangka penyebar ujaran kebencian, Minggu (31/7).
AT menyebarkan informasi yang ditujukan menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (sara).
Pasalnya, dajam akun Facebooknya, AT sempat menulis 'Tanjung Balai Medan Rusuh 30 Juli 2016 6 Vihara dibakar buat Saudara Muslimku mari rapatkan barisan. Kita buat tragedi 98 terulang kembali #Allahu_Akbar'.[jat]
Hasutan di Medsos Pemicu Konflik Antar Kelompok
Read More