INILAHCOM, Jakarta - Ahli Patologi, Beng Ong menilai adanya ketidakakuratan proses pemeriksaan lambung Wayan Mirna Salihin usai tewas akibat menyeruput es kopi Vietnam.
Pasalnya, jumlah barang bukti 20 ml sianida yang ditemukan dalam lambung Mirna dinilai menyebabkan erosi lambung namun tidak separah yang dipaparkan oleh ahli-ahli sebelumnya.
"Saya curiga pengikisan itu tidak menyeluruh, jadi pada satu tempat saja," kata Beng Ong,
Beng Ong pun mengaku terkejut. Pasalnya barang bukti dalam cairan lambung diambil dari dalam tubuh Mirna setelah dinyatakan tewas. Bahkan ahli Patologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Quensland, Brisbane, Australia ini tidak dapat memastikan penyebab kematian korban.
"Dalam hati tidak terdeteksi sianida, air seni juga negatif. Dalam kasus ini tidak bisa dipastikan penyebab kematian korban," pungkasnya.[jat]
Ahli Duga Pemeriksaan Lambung Mirna Tak Akurat
Read More