INILAHCOM, Jakarta - Banyaknya kos-kosan dan rumah padat penduduk di RT 003/09, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat, membuat saluran di sekitar lokasi tampak bau dan kotor.
Air limbah rumah tangga dari rumah-rumah penduduk dan kosan-kosan tersebut langsung mengalir ke air selokan tesebut. Akibatnya ketinggian air selokan meski tak datang hujan tetap mengalami ketinggian yang hampir rata dengan dengan jalan aspal.
Pantauan INILAHCOM, Senin (19/9/2016), sedikitnya 6 gerobak gorengan dan pecel ayam berjejer di tempat tersebut dan di masing-masing rumah pun terlihat dijadikan lahan usaha, seperti warung nasi uduk, dan warung-warung kecil percis di depan selokan atau got.
Menurut warga sekitar, Nisin (52), ia mengaku langsung membuang air limbahan gorengan ke selokan karena lebih praktis dan mudah.
"Enggak apa-apa kali mas, cuma buang minyak doang mah mas, yang penting kan kita enggak buang sampah," ungkapnya.
Meski demikian, air selokan yang harusnya terpelihara menjadi penuh minyak, kotor dan bau dan menjadi keruh dan air pun menjadi tergenang dan sangat sulit untuk mengalir menuju hilir sungai dan menuju laut.
Tampak juga tumbuhan-tumbuhan alam pun tumbuh disekitar lokasi seperti pohon ceri, bambu, rumput-tumput, pohon rambatan akibat tidak terurus oleh warga dan pemerintah setempat.
Terlihat anak-anak sekolah SD maupun SMP menutup hidung sesaat saat melewati perkampungan tersebut. [rok]
Selokan Di Palmerah Mampet, Warga Tak Peduli
Read More