INILAHCOM, Jakarta - Kasus mutilasi anak yang dilakukan oleh istri polisi di Jakarta Barat hingga kini masih dilakukan pengembangan. Polisi masih meminta keterangan dari pihak keluarga serta para tetangga.
Diketahui, pelaku bernama Mutmainah alias Iin (28) pernah bercerita kepada ibu kandungnya, Komala (60) mengenai kondisi ekonomi keluarganya.
Hal ini diceritakan oleh ibu korban kepada wartawan. "Itu saya bingung, kok si Aipda Deni jadi polisi tapi miskin benar sih," kata Komala (60) Ibu dari Iin, Selasa (4/10/2016).
Komala menceritakan sejak awal pernikahan anaknya dengan Aipda Deni hidupnya serba pas-pasan.
"Pas-pasan mas, udah punya anak dua aja masih tinggal disini, kan dia ngontrak baru dua bulan di sana, itu juga hanya kontrakkan tiga petak, sebelumnya ya disini," ujarnya.
Selain, itu Komala juga mengaku prihatin lantaran rumah kontrakan yang ditempati anaknya terlalu sempit dan kumuh.
"Itu kan lemari di kontrakan sudah jelek. Suaminya janjiin mau beli lemari, eh tak pernah dibeli juga itu lemarinya sampai sekarang," ujarnya.
Komala juga mengaku, di hari ulang tahunnya tak diberikan emas yang diminta Iin, Aipda Deni malah membelikan celana dalam kepada anaknya.
"Kebanyakan janji itu polisinya. Terus orangnya mengekang anak saya lagi. Ketemu keluarga saja tak boleh," ucapnya. [ton]
Ibu Pelaku Mutilasi: Jadi Polisi Tapi Miskin Sih
Read More