INILAHCOM, Jakarta - Kasubdit Cybercrime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Pasaribu mengatakan PT Transito Adiman Jati (TAJ) operator videotron di Jalan Prapanca, Jakarta Selatan, tidak mengetahui proses peretasan oleh pelaku SAR.
"Perusahaan tidak tahu. Ada suatu proses yang kita sebut hacking. Jika sudah masuk, proses pengendali ada di tangan tersangka. Jadi admin dari transito itu tidak bisa masuk," katanya di Mapolda Metro Jaya, Rabu (5/10/2016).
Roberto mengakui, proses peretasan (hacking) itu melalui proses. Jika pengguna sudah memiliki username dan password prosesnya jadi gampang masuk ke akun surat elektronik (e-mail).
"Oh iya, tapi hitungannya perdetik langsung bisa masuk, begitu terkonek, compromise langsung bisa masuk. Itu diambil alih pengendalinya. Sehingga dia memutar video porno, secara otomatis akan tayang di videotron di Prapanca situ," ulasnya.
Diberitakan sebelumnya, Kapolda Metro Jaya Irjen Mochamad Iriawan mengatakan pihaknya berhasil menangkap SAR pelaku pengunggah video porno di videotron jalan Prapanca, Jakarta Selatan, Jumat (30/9/2016). [rok]
PT TAJ tak Tahu Videotronnya Diretas
Read More