INILAHCOM, Jakarta - Calon Gubernur Anies Baswedan kembali bersemangat menceritakan tiga program utama unggulannya jika terpilih menjadi Gubernur DKI di hadapan warga Jalan Kalibaru Barat 1, Gang Kelapa, Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, Rabu (28/12/2016).
Diiringi musik marawis, Anies langsung disambut meriah oleh warga wilayah pemukiman perumahan padat tersebut. Kegiatan sosialisasi itu diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama-sama. Selanjutnya, dilakukan juga pelantikan resmi relawan Roemah Djoeang wilayah tersebut oleh Anies Baswedan.
"Ketika ditanya kenapa memilih nomor 3, maka alasannya ada 3. Lapangan pekerjaan. Harga kebutuhan pokok murah. Dan terakhir. Pendidikan berkualitas, tuntas, gratis," ujar Anies yang kemudian disambut tepuk tangan oleh warga.
Salah satu program unggulan Anies dalam bidang pendidikan adalah KJP Plus yang menggabungkan konsep KIP dan KJP. Hal tersebut berimbas pada bentuk bantuan yang diterima warga tidak hanya dalam barang, tapi juga uang tunai. KJP Plus diharapkan dapat mengentaskan kesenjangan ekonomi dan kemiskinan lintas generasi di Jakarta.
Program KJP Plus inilah kemudian mendapatkan aspirasi lebih lanjut oleh warga bernama Chaharudin. Chaharudin yang juga merupakan tokoh masyarakat setempat merasa bahwa program KJP yang selama ini berjalan menyulitkan warga, khususnya ketika harus menyusun laporan pertanggungjawaban kepada pemerintah.
"Saya berharap KJP Plus diberi kemudahan. Kita selama ini sulit memberi laporan pertanggungjawaban karena dirasa rumit. Kami ingin dipercaya (pemerintah) untuk mengelola dana pendidikan," ujar Chaharudin
Menanggapi aspirasi warga tersebut, Anies merasa bahwa pendaftaran ulang siswa penerima KJP tidak perlu tiap tahun. "Kita akan permudah yaitu hanya saat pindah sekolah," papar Anies.
Selain itu, mantan Menteri Pendidikan ini mengritik penyaluran program KJP yang selama ini dilakukan melalui sekolah. "Penerima KJP selama ini didata dan disalurkan atas laporan sekolah. Besok, kita akan ubah. Penyaluran KJP Plus akan lewat RT-RW dan sekolah. Karena yang tahu kondisi warga, masyarakat adalah ketua RT dan RW. Jadi, kita akan buat dua jalur untuk KJP Plus," terang Anies.
Terkait pelaporan yang dirasa menyusahkan dan terkesan rumit, Anies berjanji akan membuat pelaporan yang memudahkan warga. "Insya Allah pelaporannya akan dibuat lebih sederhana. Tujuannya kan membantu, kok malah merepotkan? Besok kita ubah itu," tegas Anies yang disambut tepuk tangan meriah warga. [*]
Anies Dengar Keluhan Warga Soal Pelaporan KJP
Read More