INILAHCOM, Jakarta - Pemprov DKI Jakarta tidak mau gegabah dalam menentukan teknologi yang akan dipakai untuk penerapan sistem jalan berbayar atau Electronic Road Pricing (ERP).
Plt Gubernur Jakarta, 'Soni' Sumarsono mengatakan pihaknya saat ini tengah berkonsultasi dengan pihak terkait sebelum masuk ke proses lelang.
"Hari ini kita mendapat informasi dari KPPU, sebagai pengawas usaha mengingatkan kepada pemerintah teknologi ERP tidak hanya satu masih ada teknologi yang lain," katanya di Balai Kota, Rabu (21/12/2016).
Pemprov kata Soni, tidak mau salah pilih dalam menentukan teknologi yang akan diterapkan untuk ERP. Sebab, dampaknya bisa sangat besar, mengingat penerapan ERP adalah untuk mengatasi persoalan kemacetan di Ibu Kota.
"Kita tidak mau ada kesalahan dalam memilih teknologi dan ketika diterapkan menjadi berisiko karena ini barang mahal menjadi gagal. Memastikan bahwa teknologi yang diterapkan sudah teruji fungsinya di berbagai negara dan layak diterapkan di Jakarta dengan melihat berbagai pertimbangan," ungkapnya.
Saat ini, proses lelang masih berjalan sejak dibuka Agustus lalu. Namun, proses lelang akan memakan waktu lama sebab proses lelang bersifat internasional. Dimana perusahaan asing sudah mengantri ingin menjalankan proyek ERP di Jakarta.
"Tentunya Pemerintah provinsi meminta yang terbaik dan sebuah teknologi yang tepat kita adopsi. dan kita juga ingin aman dari sisi regulasi dari ketentuan yang ada," tandasnya.[jat]
Pemprov Ikuti Masukan KPPU Soal Lelang ERP
Read More