INILAHCOM, Jakarta - Berada di komplek perumahan elit ternyata tidak terlalu nyaman, bahkan sejumlah warga yang tinggal di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) ternyata kesulitan untuk mendapatkan air bersih.
Calon Gubernur DKI Anies Baswedan tak habis pikir ketika mendengar keluhan seoarang warga Perumahan Pantai Indah Kapuk yang ternyata kesulitan air bersih. Padahal, kawasan elit itu telah ditunjang dengan beragam fasilitas.
Usut punya usut, ternyata pemyebabnya adalah tidak tersedianya air PAM di kawasan elite itu. "Kita kesulitan untuk air bersih pak di wilayah ini," kata Buntoro.
Menanggapi hal ini Anies berjanji untuk mereview semua pengembang. Sebab, seharusnya pengembang mengembalikan tanggung jawab pembangunan sesegera mungkin ke Pemerintah Provinsi DKI.
"Saya menemukan di komplek lain selain PIK tentang masalah air, dan saya nanti akan mereview semua pengembang yang belum mengembalikan kepada pemerintah," kata Anies di Jakarta, Sabtu (21/1/2017).
Menurut Anies, masalah yang terjadi di perumahan lainnya dikarenakan Pemerintah Provinsi DKI terlalu rileks menanggapi pembanguan yang dilakukan pengembang, disini pemerintah daerah seharusnya aktif untuk melakukan review, mana pengembang yang sudah seharusnya melimpahkan pengelolaan ke Pemda.
Permasalahan air bukanlah satu-satunya, ternyata ada beberapa pembanguan yang dilakukan pengembang dan merugikan warga, seperti iuran yang tidak jelas, zona tata ruang yang kacau serta pembangunan fasilitas umum seperti flyover di Pluit yang malah berimbas pada kemacetan.
Maka dari itu mantan Ketua Komite Etik KPK itu menegaskan bahwa pembangunan yang dilakukan pengembang harus dilimpahkan ke Pemerintah Provinsi DKI segera mungkin, sehingga tanggung jawab perawatan bisa segara dikerjakan.
"Bapak ibu kan sudah bayar pajak, jadi bapak ibu harus mendapatkan hak dari pembayaran pajak ke pemprov itu," terangnya.[ris]
Anies: Pemprov Wajib Sediakan Air Bersih
Read More