INILAHCOM, Jakarta - Cafe Pendopo Jalan Panglima Polim IX dipadati para Netizen yang akan membahas masalah pro-kontra aplikasi Qlue di Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta.
Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Salahuddin Uno yang turut hadir menyampaikan Jakarta telah memasuki era digital yang mau tidak mau masyarakatnya harus bisa berinteraksi dengan media sosial.
Sandi mengatakan bahwa saat dirinya bertatap muka dengan forum RT/RW dia tidak dapat menandatangani kontrak politik terkait pemakaian aplikasi Qlue.
"Saya tidak menandatangani kontrak politik tentang tidak menggunakan Qlue untuk forum RT/RW, karena Jakarta kedepannya adalah era digital," kata pria lulusan Wichita State University dan Universitas George Washington ini, Jum'at (20/1/2017).
Pada acara Netizen Gathering #8 ini, Sandi menambahkan bila ingin Jakarta bisa bersaing dengan kota-kota maju di dunia, harus mengikuti kultur yang ada, yaitu pemanfaatan teknologi.
Bahkan, dia pun memaparkan konsep, kedepannya banyak hal-hal yang dapat terintegrasi antara masyarakat dengan pemerintah dan pemerintah harus mensupport kreatif anak negeri dalam kemajuan teknologi berbasis digital.
Oleh karena itu, dirinya berharap masyarakat dapat saling bekerja sama dalam menumbuhkan rasa kebersamaan. "Keinginan maju bersama membangun Jakarta yang maju kotanya bahagia warganya," ujar mantan Ketua Umum HIPMI ini.
Selain Triwisaksana, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, acara ini juga dihadiri oleh anggota Muda Keadilan dari Partai Keadilan Rakyat Malaysia, VP Qlue Ivan Tigana, serta artis dan ikomika Pandji Pragiwaksono sebagai moderator.[ris]
Sandi: Educating City Majukan&Bahagiakan Warga DKI
Read More