INILAHCOM, Jakarta - Plt Gubernur Jakarta 'Soni' Sumarsono angkat bicara soal rencana aksi 11 Februari besok yang biasa disingkat aksi 112 pada Sabtu.
"Kapolda sudah mengantisipasi tentang hal-hal yang sifatnya melanggar ketentraman, ketertiban umum itu sebenarnya dilarang dari segi aturan. Dan Kapolda sudah mengambil langkah-langkah tersebut," kata Soni di Balai Kota, Rabu (8/2/2017).
Meskipun, aksi yang rencananya bakal digelar antara Monas dan Bundaharan HI ini belum termasuk masa tenang Pilkada sebelum hari pencoblosan, Soni mengajak seluruh warga Jakarta untuk ikut menjaga kondusivitas ibukota jelang pemilihan gubernur 15 Februari.
"Karena mari kita ciptakan suasana pilkada yang tenang. Aspirasi harus kita hormati, tapi cara bagaimana mengaplikasikan aspirasi itulah yang kalau dapat tidak melanggar rambu-rambu ketentraman dan ketertiban umum," ungkapnya.
Soni juga sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya beberapa waktu lalu. Hasilnya, semua prosedur keamanan diserahkan kepada aparat kepolisian jelang hari pencoblosan.
"Itu sudah menjadi tanggung jawab pihak kepolisian untuk menertibkan dan seluruh gerakan yang aksi harus seizin kepolisian, itu kata kuncinya adalah soal izin," tandasnya.
Seperti dikabarkan, Forum Umat Islam (FUI) bakal turun kejalan pada 11 Februari nanti. Massa akan melakukan long march dari Monas menuju Bundaran HI.[jat]
DKI Serahkan Pengamanan Aksi 112 ke Polda Metro
Read More