INILAHCOM, Jakarta - Dinas Perhubungan dan Transportasi (Dishubtrans) DKI Jakarta menyebut, peningkatan jumlah penumpang bus Transjakarta tak sesuai target. Baik itu selama ada 3 in 1, sampai dua hari penerapan sistem ganjil genap.
Saat ini jumlah penumpang transjakarta baru mencapai rata-rata 340.000 orang per hari. Naik dari jumlah sebelumnya 320.000 orang. Padahal, jumlah bus yang beroperasi sudah mencapai sekitar 800 unit.
"Estimasi kami kalau sampai 800 bus, seharusnya bisa 450.000-500.000 penumpang per hari. Tapi kenyataannya kan tidak," kata Kadishubtrans DKI Andri Yansya di Balai Kota, Jumat (29/7/2016).
Padahal, Dishub masih menyimpan 200 unit bus yang siap mengaspal jika jumlah bus yang ada sekarang tidak cukup.
"Karena kalau kita push terus, PSO (public service obligation), kita bisa jebol. Sama aja kita membayar kilometer kosong," ungkapnya.
Beberapa waktu lalu, PT Transportasi Jakarta menyatakan jumlah penumpang yang diangkut oleh layanan bus transjakarta pada semester I tahun 2016 mengalami kenaikan setiap bulannya. Jumlah tertinggi terjadi pada bulan Juni lalu yang mencapai 10.206.000 orang.
Berdasarkan data yang dirilis PT Transjakarta, jumlah rata-rata penumpang setiap bulannya pada semester I 2016 adalah Januari (8,51 juta); Februari (8,15 juta), Maret (9,01 juta); April (9,10 juta); Mei (10 juta); dan Juni (10,206 juta).
Dari jumlah tersebut, jumlah rata-rata penumpang per harinya adalah mencapai sekitar 340.000 penumpang.[jat]
Penumpang Transjakarta Tak Sesuai Target
Read More