INILAHCOM, Jakarta - Badan legislasi daerah (Balegda) DPRD DKI meninjau langsung atlet Ibu Kota yang berlaga di PON Jawa Barat 2016 untuk melihat implementasi pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) Keolahragaan.
Ketua Balegda DPRD DKI, Muhamad Taufik mengatakan dalam Perda Keolahragaan yang disahkan 2015 harus diimplementasikan pada PON 2016 dengan mengatur kesejahteraan seluruh atlet.
"Sudah pasti atlet berprestasi DKI akan diberikan kesejahteraan dan yang dapat emas PON 2016 sudah disiapkan bonus," kata Taufik, Selasa (20/9/2016).
Menurut dia, banyak keluhan yang disampaikan para atlet yang bertanding seperti penendangan terhadap atlet. Tentu, kata Taufik, ini sangat memprihatinkan adanya keluhan para atlet tersebut kepada Disorda dan manajer atlet.
"Ini laporan yang saya terima. Makanya, saya akan protes ke panitia untuk mengusut kasus kekerasan," ujar Wakil Ketua DPRD DKI ini.
Maka dari itu, Taufik mendorong dua institusi Disorda dan KONI DKI harus senyawa serta tidak boleh terpisah. Artinya, mereka harus satu rumah membina atlet DKI agar berjalan beriringan dalam membina atlet ibu kota. "Nanti, setelah PON kelar mereka akan kami panggil," jelas dia.
Sementara anggota Balegda DPRD DKI, Bestari Barus setuju kalau KONI dan Disorda DKI harus senyawa agar pembinaan atlet berjalan baik.
"Anggaran DKI banyak, jangan khawatir. Yang penting pembinaan atlet baik," tandasnya. [rok]
Balegda Jamin Kesejahteraan Atlet DKI di PON 2016
Read More